2.7 Jelaskan tentang teknik pembuatan naskah film digital

Pernah terpikir bagaimana cara membuat naskah film sebelumnya? JIka tidak, kali ini kami akan memberikan gambaran secara umum mengenai cara membuat sebuah naskah film. Dalam bahas perfilman, naskah biasa disebut sebagai Script atau Screenplay. Naskah itu sendiri bisa diangkat dari kisah nyata (berupa sejarah, kehidupan sosial ataupun semacamnya), ada yang diangkat dari komik, novel, game, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana caranya menjaga fokus cerita dari ide awal hingga akhirnya menjadi naskah? Caranya memang susah-susah gampang, tetapi kami selalu menyarankan untuk mengikuti langkah-langkah menulis naskah film pendek sesuai urutan. Selalu mulailah dengan premis, kemudian menjabarkannya menjadi sinopsis, lalu menjadi treatment, sebelum memberikan dialog-dialog menjadi naskah yang utuh.

1. Mulailah dengan Premis

               Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kamu tak bisa menjelaskan sesuatu dengan sederhana, maka kamu tak cukup mengerti. Pepatah ini berlaku dalam penulisan skenario. Jadi, silahkan camkan baik-baik pepatah tersebut sebelum kamu memulai proses kreatifmu.
Kamu harus bisa menjelaskan ceritamu dalam satu kalimat. Pernahkah kamu mendengar istilah elevator pitch? Ini adalah istilah yang menjelaskan sebuah perandaian dimana kamu bertemu seorang produser ternama di sebuah lift dan tiba-tiba ia menanyakan apa yang sedang kamu kerjakan. Penjelasan panjang dan bertele-tele tidak akan membuatnya tertarik, sementara beberapa detik kemudian, ia sudah tiba di kantornya, meninggalkan kamu yang masih belepotan menjelaskan. Jelaskan dengan singkat, lugas, dan tepat.

2. Jabarkan Premis Menjadi Sinopsis Pendek

               Kamu sudah punya satu kalimat yang menjelaskan film pendekmu secara keseluruhan. Sekarang, coba jabarkan satu kalimat ceritamu menjadi tiga kalimat. Tiga kalimat ini disebut sinopsis. Sekali lagi, jangan terpaku pada detail-detail yang tidak perlu karena kita belum sampai ke sana. Pilihlah kalimat dengan bijak, karena ini akan menentukan proses penulisanmu berikutnya. Jika kamu mulai keluar dari fokus, ingatlah kembali satu kalimat premismu, agar cerita tidak kehilangan fokus.

Perhatikan pula hubungan sebab-akibat dalam menulis kalimat sinopsis. Hubungan sebab-akibat yang baik akan memudahkanmu dalam menulis babak pertama, kedua, dan ketiga. Ketiga kalimat tersebut haruslah mewakili ketiga babak tersebut. Babak pertama mewakili situasi awal, babak kedua menceritakan pokok persoalan, dan babak ketiga menceritakan penyelesaian.

3. Jabarkan Menjadi Sinopsis Panjang

               Kini kamu sudah memiliki sinopsis pendek yang solid. Sekarang tugasmu adalah memasukan detail-detail dari ketiga kalimat sinopsis pendekmu. Cara paling mudah adalah menjabarkan ketiga kalimat sinopsis menjadi tiga paragraf. Masing-masing kalimat di langkah sebelumnya bisa kamu jadikan topic sentence.

Apa itu topic sentence? Topic sentence adalah kalimat utama dan pertama yang mengidentifikasikan isi paragraf. Topic sentence selalu ditulis di awal sebuah paragraf.  Ia harus bisa menjelaskan topik keseluruhan dalam satu paragraf. Topic sentence selalu didukung oleh kalimat-kalimat pendukung. KalimatLanjutkan Menjadi Sebuah Cerpen (Treatment)
Oke, sekarang ceritamu sudah semakin detail, bukan? Jangan puas dulu, karena perjalananmu masih panjang sampai naskahmu siap untuk dieksekusi. Sekarang kamu punya tiga paragraf yang berisi karakter, masalah, dan tindakan yang diambil oleh sang karakter. Tugasmu adalah menjabarkan lagi tiga paragraf tersebut menjadi cerpen (cerita pendek) yang terdiri dari beberapa paragraf.

Kamu bisa cari berbagai referensi cerpen baik di Google, perpustakaan, maupun toko buku. Jangan khawatir dulu soal dialog yang diucapkan oleh karakter, jangan khawatir pula soal pembagian adegan maupun urutan shot. Itu urusan nanti. Sekaramng fokus dulu pada penjabaran tiga paragraf sinopsis panjang. Berpeganglah pada struktur yang sudah kau tulis di sinopsis panjang. Ketika kamu mulai hilang fokus dan merasa cerita mulai bertele-tele, buka kembali premis utamamu dan ingat kembali apa yang menjadi fokus utamamu.

Cara paling mudah untuk melakukannya adalah menjabarkan lagi masing-masing paragraf menjadi tiga paragraf. Misalnya dalam kasus Finding Nemo, kamu bisa jabarkan lagi paragraf pertama yang berisi situasi awal hubungan Marlin dan Nemo ke dalam tiga paragraf. Perkaya tulisanmu dengan penggambaran latar tempat dan waktu yang lebih detail. Bangun nuansa menggunakan kata-kata sifat untuk membantu pembaca memahami dunia yang sedang kamu bangun. Lengkapi pula dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh karakternya. pendukung harus tetap bersinggungan dan memperkuat topik utama.

4. Tulis Ulang Cerpenmu dalam Format Naskah & Tambahkan Dialog

               Jika kamu mengikuti petunjuk kami diatas, maka sekarang kamu sudah memiliki minimal 9 paragraf cerita pendek. Sekarang saatnya kamu menuangkannya ke dalam format naskah.

Sebelum ke sana, cara paling mudah untuk mempersiapkanmu menulis naskah adalah menjabarkan 9 paragraf tersebut ke dalam urutan adegan (scene). Adegan (scene) dibagi sesuai dengan latar tempat dan waktu. Apabila suatu situasi terjadi dalam satu tempat dan waktu, maka ia dihitung sebagai satu adegan. Jabarkan ceritamu ke dalam urutan latar waktu dan tempat. Lalu tulis kejadiannya dengan semakin detail.


Setelah melalui tahapan diatas, kamu juga harus memperhatikan bagian-bagian yang ada dalam naskah film. Suatu naskah film terdiri dari enam bagian, yaitu:

Title Page
adalah judul yang akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser untuk menilai apakah pembuat naskah itu seorang profesional atau hanya amatiran.

Scene Heading
merupakan sebuah petunjuk dimulainya suatu naskah. Kata yang digunakan yaitu “EXT. — ” (cerita berlangsung di luar ruangan) dan “INT. — (cerita berlangsung di dalam ruangan). Kemudian diikuti nama sebuah tempat yang harus ditulis dengan huruf kapital.

Action
biasanya ditulis 2 baris dibawah Scene Heading. Action adalah gambaran yang menceritakan apapun yang akan terlihat dalam adegan film dan selalu pada keadaan sekarang ( Present Time ).

Dialogue
merupakan segala sesuatu yang dibicarakan oleh tokoh atau karakter.

Parenthetical
adalah keterangan yang menjelaskan segala sesuatu yang dilakukan oleh karakter atau tokoh.

Transition
sebuah deskripsi pendek untuk menjelaskan bahwa cerita berpindah dari scene ke scene lain. Diantaranya adalah: CUT TO, DISSOLVE TO, INTERCUT WITH atau INTERCUT BETWEEN. Sedangkan pada akhir cerita biasanya FADE OUT, IRIS OUT, dll.

Source :


2.7 Jelaskan tentang teknik pembuatan naskah film digital 2.7 Jelaskan tentang teknik pembuatan naskah film digital Reviewed by Jordan on 6:20 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.