The Strongest Thorns : Journey to Sakai Island (Part 1) New

Original Story by Jordan Distilingga

Dahulu kala hiduplah seorang pria yang bernama Distiano yang tinggal disebuah desa yang bernama desa Thorns, desa Thorns adalah sebuah desa kecil yang terletak di daerah sekitar pegunungan. Disesa itulah Distiano tumbuh, dan Distiano memiliki beberapa sahabat, yang pertama bernama Nicole. Nicole adalah teman perempuan yang sudah bersamanya sejak kecil, mereka kenal karena orang tua mereka yang sudah berteman lama. Lalu selanjutnya ada David atau yang biasa dipanggil Dave, Dave adalah sahabat terdekatnya, mereka bertemu ketika sedang berada dalam akademi berpedang, dan sejak saat itu mereka bersahabat. Distiano dan Dave adalah kesatria yang sangat berbakat memainkan pedang, sedangkan Nicole sangat ahli dalam ilmu magic. Di desa Thorns terdapat sebuah guild, yang dimana guild tersebut berguna sebagai tempat bagi para ksatria atau yang memiliki keahlian khusus untuk mengambil suatu tugas yang bisa mereka kerjakan, guild tersebut bernama Allspark, Distiano dan teman temannya adalah anggota guild ini. Pada suatu hari Distiano diminta untuk mengerjakan tugas dari guild untuk membantu kerajaan Krats mengalahkan monster batu yang berada di pulau Sakai, monster itu bernama Nuada. Monster itu sangat kuat sehingga membuat kerajaan Krats kewalahan untuk menghadapinya, dan akhirnya mereka meminta bantuan kepada Allspark guna melawan pasukan monster Nuada. Karena ini merupakan permintaan langsung dari guild kepada Distiano ia pun menerima permintaan tersebut, dan mengajak teman temannya yaitu Dave, Nicole dan juga Jordan yang merupakan anggota elite dalam guild Allspark, ia merupakan seorang pemanah yang memiliki tingkat akurasi tembakan yang sangat tinggi. 
Perjalanan dari desa Thorns menuju pulau Sakai mamakan waktu lima hari menggunakan kuda, dan akhirnya mereka pun berangkat menggunakan kuda mereka masing masing. Setelah lima hari berkuda akhirnya mereka pun tiba di pulau sakai. Setiba di kerajaan Krats, mereka pun disambut oleh panglima perang kerajaan Krats yaitu Javis. Kemudian mereka berempat diantarkan untuk menemui raja kerajaan Krats yaitu Thomas. Lalu Thomas menjelaskan dengan detail bagaimana situasi yang sedang terjadi dan menjelaskan semua rencana untuk penyerangan ke sarang pasukan monster Nuada. Akan tetapi Distiano sebagai pemimpin dari tim itu tidak setuju dengan rencana tersebut, karena rencana tersebut sangat beresiko bagi seluruh anggota tim. Tetapi raja Thomas tetap memaksa untuk menjalankan rencana tersebut. Lalu Distiano memberikan pilihan kepada raja Thomas dengan berkata “Wahai raja, saya tidak bisa mengorbankan seluruh anggota saya untuk mengikuti rencana anda yang sangat beresiko tersebut. Saya hanya bisa memberi anda pilihan, anda akan tetap bersikeras dengan rencana tersebut, atau kami tidak akan membantu kerajaan anda”. Sang raja pun sedikit takut dengan ancaman tersebut, lalu sang raja pun memerintahkan bahwa rencana tersebut tidak akan dilaksanakan dan menyusun rencana ulang bersama Distiano dan panglima perang Javis. 
Setelah berunding dengan Distiano dan Javis, rencananya pun akhirnya terselesaikan dan diberitahu kan kepada anggota yang lain. Rencanannya adalah ketika pasukan Nuada dan pasukan kerajaan Krats sedang berperang, tim Distiano akan menyerang markas Nuada secara diam diam dari titik buta pasukan Nuada. Menurut informan kerajaan Krats markas mereka memiliki titik buta, yang dimana titik buta tersebut berada di gerbang barat daya. Gerbang itu biasanya hanya dijaga oleh 12 orang pasukan, dua diantaranya adalah pemanah, jadi sasaran utamanya adalah para pemanah, selanjutnya baru para kesatria. Setelah berhasil melewati titik itu, tim Distiano akan lari kearah utara untuk menuju istanannya Nuada, dan disanalah tempat Nuada berada. Lalu ketika Nuada dikalahkan pasti pasukannya akan menyerah tanpa perlawanan karena rajanya telah kalah. Raja Thomas pun setuju untuk mengikuti rencana tersebut. Lalu Distiano bertanya kepada raja Thomas kapan akan terjadinya perang Selanjutnya. Menurutnya peperangan selanjutnya akan terjadi dalam dua hari lagi. Kemudian panglima perang Javis berkata akan siap memberikan beberapa pasukan untuk membantu mereka dalam menjalankan rencana tersebut. Distiano pun dengan senang hati menerima tawaran tersebut, akan tetapi ia berkata bahwa ia tidak membutuhkan sebuah pasukan, ia hanya membutuhkan beberapa orang yang berbakat saja untuk membantu mereka dalam menjalankan rencana tersebut. Lalu panglima gairent memahami maksud Distiano dan mengajaknya ke benteng pertahanan pasukan kerajaan untuk bertemu pasukannya dan memilih sendiri siapa yang akan dibawanya. Setibanya di benteng pertahanan banyak sekali pasukan kerajaan yang sudah siap bertempur. Distiano Pun melihat sekitar dan memahami kemampuan orang orang yang ada disana untuk memenuhi timnya. Akhirnya setelah melihat keahlian dan kemampuan mereka, Distiano pun memilih 3 orang diantara sekian banyaknya pasukan. Tiga orang itu adalah Charlie, Clifton, dan Brad. Ketiga orang itu memiliki kemampuan yang berbeda beda. Charlie memiliki kemampuan dalam kelincahan dan kecepatan dalam serangan. Clifton memiliki kemampuan pertahanan yang kuat, yang berfungsi sebagai pelindung di bagian depan. Sedangkan Brad adalah Assasin yang memiliki kemampuan menghilangkan hawa keberadaannya dan menyerang diam diam. Akhirnya setelah merekrut anggota tambahan dua hari pun berlalu, dan hari peperangan pun tiba. Sebelum peperangan dimulai Diastiano mengajak seluruh anggota tim serta panglima Javis untuk penyempurnaan rencana sebelum melancarkan serangan. 

To Be Continued
The Strongest Thorns : Journey to Sakai Island (Part 1) New The Strongest Thorns : Journey to Sakai Island (Part 1) New Reviewed by Jordan on 1:05 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.